PACITAN (19/01/18), Perkembangan penanaman modal di Kabupaten Pacitan cenderung meningkat selama kurun tiga tahun terakhir. Peningkatan nilai investasi ini didapatkan dari empat sumber yaitu nilai investasi PMDN, Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat. Jumlah nilai investasi menggambarkan ketersediaan pelayanan penunjang yang dimiliki daerah berupa ketertarikan investor untuk meningkatkan investasinya di daerah. Tahun  2017 target yang ditetapkan adalah Rp 0,728 trilyun sedangkan realisasinya mencapai  Rp. 1,138 trilyun. Dengan demikian nilai capaian 156,32 %, dan dapat dikategorikan sangat baik. Faktor yang mendukung capaian investasi antara lain sumber daya alam yang mencukupi, meningkatnya sarana prasarana dan infrastruktur, birokrasi perizinan yang mudah, cepat dan transparan, serta adanya regulasi terhadap kepastian hukum yang jelas. Selain itu adanya investasi dari pemerintah pusat untuk pembangunan Waduk Tukul Karanggede Arjosari dan pembangunan Jembatan Jalur Lintas Selatan (JLS) di kabupaten Pacitan serta adanya dana dari pemerintah provinsi untuk pembangunan jalan lintas kabupaten dan pembangunan Pelabuhan Tamperan.

Untuk PMDN, pertumbuhan unit dan nilai investasi tercatat pada sektor penanaman modal dalam negeri (PMDN) fasilitas maupun non fasilitas. Pada tahun 2017 jumlah PMDN sebanyak 819 unit usaha dengan nilai investasi Rp. 602.271.412.143. Data itu naik sekitar 7,8 persen dibanding dengan nilai investasi pada tahun 2016 sebesar Rp. 558.632.955.700 dengan 723 unit usaha. Pertumbuhan sektor usaha yang mendukung investasi adalah bidang usaha perikanan, kehutanan, industri kayu, hotel dan restoran serta industri mineral non logam.