Pacitan (4/12/2017) Hujan badai yang melanda sebagian besar wilayah pulau jawa yang dinamai Siklon Tropis Cempaka oleh Badan Meteorologi Klimatolotgi dan Geofisika (BMKG) juga melanda Kabupaten Pacitan.

Sebanyak 11 orang meninggal akibat bencana longsor dan banjir yang menerjang Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Ke-11 korban tewas itu terdiri dari sembilan orang yang dikabarkan meninggal akibat tertimbun tanah longsor di Kabupaten Pacitan, serta dua orang akibat hanyut terbawa banjir.
“Yang tertimpa longsor ada tujuh ditambah dua, jadi sembilan. Meninggal akibat tanah longsor, bukan karena banjir,” kata Wakil Bupati Pacitan Yudi Sumbogo saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (28/11/2017) siang.
Dia menuturkan, peristiwa longsor yang menewaskan sembilan orang itu terjadi pada Selasa (28/11/2017) sekitar pukul 02.00 dini hari.

Hujan dengan intensitas tinggi terjadi sejak Senin (27/11/2017) kemarin hingga Selasa (28/11/2017) di wilayah Pacitan. Akibatnya, sejumlah rumah warga dan jalan raya tergenang air.

Banjir di Pacitan disebabkan tingginya debit air hujan serta juga disebabkan adanya tanggul di anak sungai yang jebol.
Banjir terjadi di beberapa spot atau titik di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pacitan.
Daerah-daerah tersebut antara lain satu dusun di Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo; Desa Tambakrejo dan Desa Kebonagung di Kecamatan Kebonagung; serta empat desa di Kecamatan Pacitan, yakni Desa Sirnoboyo, Sukoharjo, Kayen, dan Kembang. Kondisi banjir paling parah berada di Kecamatan Pacitan dan Kebonagung.

Sementara itu tanah longsor berakibat sejumlah jalur menuju Pacitan saat ini terputus.
Jalu-jalur tersebut antara lain : Ponorogo-Pacitan terputus di Slahung kondisinya longsor, Ponorogo-Ngadirojo (Wonogiri)-Pacitan kondisinya banjir, Ponorogo-Ngrayun-Tulakan-JLS kondisi longsor di desa Ngadirojo, Ponorogo-Gemaharjo (Pacitan) kondisi longsor, Pacitan Arjosari-Wonogiri, Purwantoro (Jateng) putus jembatan di Kecamatan Nawangan.

Dinas PM dan PTSP Kab. Pacitan tidak luput dari terjangan banjir. Ketinggian air mencapai dada orang dewasa. Sedangkan Dari 2 bangunan gedung, gedung utama cukup tinggi sehingga air masuk hanya setinggi mata kaki. Meski begitu peralatan elektronik seperti komputer sudah teramankan semua.
Sedangkan bangunan lama yang berisi arsip dan dokumen izin terendam hingga setinggi pinggang orang dewasa.